Okta88geosama's Blog

Just another WordPress.com weblog

hasan tiro wafat, sang teungku umar no.2

Posted by okta88geosama pada Juni 3, 2010

hari ini sedikitnya masyarakat aceh bersedih. salah seorang pejuang hak otoritas dan prioritas aceh telah wafat, Tengku Hasan Tiro, meninggal dunia, Kamis  (3/6) pukul 12.12 WIB di RS Zainoel Abidin, Banda Aceh. Sejak beberapa waktu lalu, ia menderita gangguan pada paru-paru dan infeksi pada jantung.

Hasan Tiro lahir pada 25 September 1925. Ia merupakan anak kedua pasangan Tengku Pocut Fatimah dan Tengku Muhammad Hasan. Tengku Pocut inilah cucu perempuan Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro yang juga seorang Pahlawan Nasional.

dalam perjuangan nya jelas beliau telah menunjukkan bahwa hal utama yang di perjuangan beliau adalah hak otoritas, prioritas dan kesejahteraan masyarakat aceh. terbukti dengan perdamaian dan hal yang yang di perjuangankan dalam UUPA dan perjanjian MoU Helsingki. saat ini masyarakat aceh telah merasakan sedikit kelonggaran dengan otonomi khusus dalam pemerintahan dan dari hal ini pula masyarakat aceh saat ini menjadi bagian yang di perhitungkan dan di prioritas kan pemerintah Indonesia dalam wadah NKRI.

saya adalah masyarakat yang menilai sisi perjalanan dalam perjuangan sang wali teungku hasan tiro, dalam segi penilaian saya, perjuangan beliau dalam membela masyarakat aceh persis kira nya bak sang pahlawan aceh Teungku Umar, walaupun pada awalnya niat baik beliau dalam langkahnya di nilai sebagai suatu pergerakan yang salah, karena mengakibatkan banyak korban. tapi terbukti bahwa apa yang beliau perjuangkan di saksikan oleh kita yang hidup saat ini, bahwa bangsa aceh kembali di ingat jasa nya bagi indonesia dan apa yang menjadi hak seharusnya di dapat masyarakat aceh atas jasa nya.

saat ini pemerintah aceh telah mendapatkan suatu keleluasaan nya menjalankan pemerintah berdasarkan ke acehan nya. di samping itu potensi potensi aceh baik secara alam maupun sosial dapat di daya gunakan dan di kembangkan oleh masyarakat aceh sendiri, terlepas karena saya tidak berbicara soal dinamika dalam konteks kecil. jelasnya karena hal tersebut masyarakat aceh telah sedikit merasakan kesejahteraan atas potensi dalam aceh. bukti keadaan saat ini. dan itu adalah buah perjuangan yang tersirat dari perjuangan sang teungku umar no.2 teungku hasan tiro. walaupun hal ini masih belum maksimal karena belum masih ada hal-hal yang harus di perjuangan kan mengenai hak-hak masyarakat aceh ini. terikat pada memaksimalkan UUPA sesuai dengan perjanjian damai MoU helsingki.

akhir kata yang ingin saya ucapkan. terima kasih pak wali, terimakasih teungku hasan tiro, terimaksih sang teungku umar no.2, engkau telah menunjukkan marwah dirimu sebagai putroe aceh bahwa itu nilainya tinggi. karunia Allah dan berkah Allah keu teungku wali aceh geutanyoe. dan seharusnya tempat yang layak atas ke ihklasan hati dalam memperjuangankan hak masyarakat aceh.

selamat tinggal teungku hasan tiro. doa saya putra aceh.

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

contoh laporan praktikum kartografi (menyalin-peta)

Posted by okta88geosama pada April 5, 2010

BAB. I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kartografi adalah ilmu dan teknik pembuatan peta (Prihandito, 1989). Proses kartografi adalah proses grafis sampai sebuah gambar menjadi peta yang terlihat informative (map composition).

Bahan kartografi semua bahan yang secara keseluruhan atau sebagian menggambarkan bumi atau benda angkasa dalam semua skala, termaksud peta dan gambar rencana dalam 2 dan 3 dimensi; peta penerbangan, pelayaran, dan angkasa; bola peta bumi; diagram balok; belahan; foto udara, satelit, dan foto ruang angkasa ; atlas; gambar udara selayang pandang, dan sebagainya.

Menurut ICA (International Cartographic Association), yaitu yang dimaksud peta adalah gambaran unsur-unsur permukaan bumi (yang berkaitan dengan permukaan bumi) dan benda-benda angkasa.

Menurut Erwin Raiz, peta merupakan gambaran konvensional permukaan bumi yang terpencil dan kenampakannya terlihat dari atas dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelasannya. Gambaran konvensional adalah gambaran yang sudah umum dan sudah diatur dengan aturan tertentu yang diakui umum.

Menurut Soetarjo Soerjosumarmo, peta adalah lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala atau kadar.

Peta adalah gambaran permukaan bumi dua dimensi dalam bidang datar yang mempunyai koordinat dan diskalakan. Peta Rupa bumi yang didalamnya menggambarkan tentang informasi kebumian, seperti jenis penggunaan lahanyang digambarkan dalam simbol piktorial, abstrak dan asosiasi.

Dari definisi diatas dapat di mengerti bahwa tugas seorang kartograf adalah membuat peta, yaitu merancang (map design) yang meliputi desain symbol (symbol design), tata letak peta (map lay out) isi peta (map contect) dan generalisasi (generalization. Peta adalah suatu komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalam peta berupa suatu gambar  atau symbol.

Secara sederhana symbol dapat di artikan sebagai suatu gambar atau tanda yang mempunyai arti atau makna tertentu. Symbol dalam suatu peta memegang peran yang sangat penting  bahkan dalam peta-peta khusus ataupu peta tematik, dalam hal ini symbol adalah informasi utama untuk menunjukkan tema suatu peta. Menurut bentuknya symbol dapat di bedakan menjadi

–          Symbol titik

–          Symbol garis

–          Symbol area atau bidang

–          Symbol huruf dang angka

Sedangkan wujud symbol dalam kaitannya dengan unsure yang di gambarkan dapat di bedakan menjadi

–          Abstrak (symbol geometric adalah symbol abstrak yang wujudnya tidak ada kemiripan dengan unsure yang di gambarkan)

–          Setengah abstrak

–          Nyata atau pictorial (symbol pictorial adalah suatu symbol yang dalam kenampakan wujudnya ada kemiripan dengan wujud unsure yang di gambarkan.)

B.  TUJUAN

Adapun tujuan mengikuti praktikum kartografi dalam hal “Menyalin Peta” adalah

  1. Melatih keterampilan mahasiswa dalam menggambar berbagai kenampakan atau fenomena atau simbol (dapat berupa simbol titik, garis, area) yang terdapat dalam suatu peta.
  2. Melatih ketelitian penggambaran.

C.  ALAT DAN BAHAN YANG DI GUNAKAN

Adapun alat adan bahan yang di gunakan dalam praktikum kartografi “menyalin Peta” adalah

–          Gambar atau peta yang akan disalin (guide map),

–          kertas kalkir,

–          rapidograph,

–          sablon,

–          drawing pen,

–           pensil warna,

–           alat tulis dan gambar.

D.  LANGKAH-LANGKAH  KERJA

  1. Menyiapkan alat-alat yang akan dipergunakan (alat gambar dan tulis) termaksuk peta dan gambar yang akan disalin.
  2. meletakkan terlebih dahulu peta pandu (guide map) atau gambar yang akan disalin diatas landasan yang dengan mempergunakan selotip atau perekat , kemudian meletakkan diatasnya  kertas kalkir yang akan digunakan untuk menyalin peta atau gambar.
  3. Memeriksa dengan teliti bentuk kenampakan yang ada pada peta atau gambar tersebut. Apabila anda amati atau cermati, kenampakan tersebut dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu kenampakan titik, kenampakan garis dan kenampakan area atau bidang.
  4. Menyalin peta dengan teliti, terutama penggambaran kenampakan titik, garis dan area dengan memperhatikan rapidograph berukuran apa saja yang akan dipergunakan, dibedakan menurut peta pandu yang akan disalin.
  5. Kemudian, mencantumkan nama hasil praktikum, sumber yang disalin, nama dan nomor mahasiswa saya.

BAB II. PEMBAHASAN

A.  MAMFAAT

Tugas seorang kartograf adalah membuat peta, yaitu merancang (map design) yang meliputi desain symbol (symbol design), tata letak peta (map lay out) isi peta (map contect) dan generalisasi (generalization. Peta adalah suatu komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalam peta berupa suatu gambar  atau symbol.

Mahasiswa geografi dalam mengikuti praktikum kartografi terdapat mamfaat yang di peroleh, namun secara umum mamfaat yang kami peroleh setelah mengikuti praktikum kartografi khususnya dalam bagian “Menyalin Peta” adalah sebagai berikut

  1. Kami dapat meningkatkan pengetahuan kami dalam hal kartografi dan tugas seorang kartograf.
  2. Kami dapat menambah pengetahuan serta melatih keterampilan kami dalam menggambar berbagai kenampakan atau fenomena atau simbol (dapat berupa simbol titik, garis, area) yang terdapat dalam suatu peta.
  3. Kami dapat menambah pengetahuan dan melatih ketelitian penggambaran kami.

B. KESULITAN

Dalam melaksanakan segala kegiatan dalam usahanya selalu terdapat kesulitan-kesulitan baik dari segi pribadi maupun penunjang lainnya. Oleh itu merupakan suatu pertanda ketidak sempurnaan manusia, namun dalam hal ini kita terus berupaya untuk menyempurnakan segala hal yang kita kerjakan sehingga menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Adapun kesulitan kami dalam melaksakan praktikum kartografi “Menyalin Peta” adalah

  1. kami melakukan penggambaran dengan waktu yang lama dan dengan usaha mencapai ketelitian dalam menggambar yang sedikit lambat, sehingga penggunaan waktu sedikit lebih lama.
  2. Kami sedikit kesulitan menterjemahkan fenomena pada gambar sehingga kerap kali terjadi kesalan penterjemahan objek.

C. KENDALA

Dalam melaksanakan segala kegiatan dalam usahanya selalu terdapat kendala-kendala. namun dalam hal ini kita terus berupaya untuk menyempurnakan segala hal yang kita kerjakan sehingga menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Adapun kendala kami dalam melaksakan praktikum kartografi “Menyalin Peta” adalah

  1. Kekurangan jumlah rapidograf sehingga harus mengantri dan secara bergiliran
  2. Gambar hasil foto citra yang kami dapat mungkin kurang terang hasil cetakannya.

D. HASIL PRAKTIKUM

Terlampir di halaman belakang.

BAB III. KESIMPULAN

Kartografi merupakan  suatu seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi pembuatan peta sekaligus mencakup studinya. Proses kartografi adalah proses grafis sampai sebuah gambar menjadi peta yang terlihat informative (map composition). peta merupakan gambaran konvensional permukaan bumi yang terpencil dan kenampakannya terlihat dari atas dan ditambah tulisan-tulisan sebagai penjelasannya. Gambaran konvensional adalah gambaran yang sudah umum dan sudah diatur dengan aturan tertentu yang diakui umum.

Peta adalah gambaran permukaan bumi dua dimensi dalam bidang datar yang mempunyai koordinat dan diskalakan. Peta Rupa bumi yang didalamnya menggambarkan tentang informasi kebumian, seperti jenis penggunaan lahanyang digambarkan dalam simbol piktorial, abstrak dan asosiasi.

Tugas seorang kartograf adalah membuat peta, yaitu merancang (map design) yang meliputi desain symbol (symbol design), tata letak peta (map lay out) isi peta (map contect) dan generalisasi (generalization)

Peta adalah suatu komunikasi grafis yang berarti informasi yang diberikan dalam peta berupa suatu gambar  atau symbol. Dalam meyalin peta juga ketelitian terhadap penampakan symbol sangatlah di perlukan sehingga penggambaran kembali peta tidak lah terjadi kesalahan penejermahan dan tidak merubah informasi dasar peta tersebut.

Posted in geografiku | Dengan kaitkata: | 1 Comment »

firefox 3.7 Alpha gratis

Posted by okta88geosama pada April 5, 2010

firefox memang tidak di ragukan lagi sebagai browser tercepat dan paling mudah di gunakan,
Berikut adalah beberapa fitur unggulan dari “Firefox”:

· Popup Komprehensif kontrol untuk menjaga iklan yang tidak diinginkan dari desktop Anda;
· Sebuah modus tab browsing yang memungkinkan Anda membuka beberapa halaman dalam satu jendela, yang memungkinkan Anda untuk memuat link di latar belakang tanpa meninggalkan halaman Anda berada di;
· panduan pencarian (didukung oleh Google);
· Aksesibilitas Industri terkemuka dengan Cari As You Type – menemukan link dan teks halaman dengan hanya mengetik;
· Kendali pribadi Sederhana yang memungkinkan Anda menutupi trek Anda lebih efektif;
· Sebuah jendela browser ramping yang memungkinkan Anda melihat lebih banyak halaman dibanding browser lainnya sementara pada saat yang sama menjadi lebih dikonfigurasi;
· Berbagai besar ekstensi didownload secara gratis dan tema yang spesifik dan menambah fungsionalitas perubahan visual untuk browser.

Persyaratan:

· Pentium 233 MHz (Direkomendasikan: Pentium 500MHz atau lebih)
· 64 MB RAM (Rekomendasi: 128 MB RAM atau lebih)
° 52 MB ruang hard drive

coba lah…dapat di dowload di alamat link ini..

http://www.softpedia.com/progDownload/Mozilla-Firefox-Final-Download-5787.html

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

hubungan kota dan desa

Posted by okta88geosama pada April 4, 2010

HUBUNGAN DESA DAN KOTA,

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan.

Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan. Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa caar, seperti:

  1. Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam.
  2. Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi.
  3. Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan.
  4. Kerjasama kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota.

Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya dilakukan dan terjadi secara sepihak oleh orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang dari waktu-ke waktu sebenarnya seluruh wilayah desa akan menjadi kota.

Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah

a). Urbanisasi dan Urbanisme

Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).
b). Sebab-sebab Urbanisasi

  1. Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
  2. Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
  • Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
  1. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
  2. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
  3. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
  4. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
  5. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
  • Hal-hal yang termasuk pull factor antara lain :
  1. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
  2. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
  3. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
  4. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
  5. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah (Soekanti, 1969 : 124-125 ).



Posted in geografiku | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

mencari filsafat ilmu geografi

Posted by okta88geosama pada April 3, 2010

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia atau philosophos. Philos atau philein berarti teman atau cinta, dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah. Filsafat berarti juga mater scientiarum yang artinya induk dari segala ilmu pengetahuan. Kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (Arab), philosophie (Prancis, Belanda dan Jerman), serta philosophy (Inggris). Dengan demikian filsafat berarti mencintai hal-hal yang  bersifat bijaksana (menjadi kata sifat) bisa berarti teman kebijaksanaan (menjadi kata benda) atau induk dari segala ilmu pengetahuan.

Immanuel Kant (1724-1804) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Menurut Kant ada empat hal yang dikaji dalam filsafat yaitu: apa yang dapat manusia ketahui? (metafisika), apa yang  seharusnya diketahui manusia ?(etika),  sampai dimana harapan manusia? (agama) dan apakah manusia itu (antropologi). Kenyataannya semua definisi filsafat di atas tidak pernah dapat menampilkan pengertian yang sempurna karena setiap orang selalu berbeda cara dan gaya dalam mendefinisikan suatu masalah. Definisi dan pengertian tidak akan menyesatkan selama kita memandangnya sebagai cara pengenalan awal atau sementara untuk mencapai kesempurnaan lebih lanjut. Dengan demikian filsafat merupakan ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakekat kebenaran segala sesuatu. Dengan bantuan filsafat, manusia berusaha menangkap makna, hakekat, hikmah dari setiap pemikiran, realitas dan kejadian. Filsafat mengantarkan manusia untuk lebih jernih, mendasar dan bijaksana dalam berfikir, bersikap, berkata, berbuat dan mengambil kesimpulan.

Berfilsafat dapat diartikan sebagai berfikir. Ciri berfikir filsafat adalah:

  1. Radikal: berfikir radikal artinya berfikir sampai ke akar permasalahannya.
  2. Sistematik, berfikir yang logis, sesuai aturan, langkah demi langkah, berurutan, penuh kesadaran, dan penuh tanggung jawab.
  3. Universal, berfikir secara menyeluruh tidak terbatas pada bagian tertentu tetapi mencakup seleuruh aspek.
  4. Spekulatif, berfikir spekulatif terhadap kebenaran yang perlu pengujian untuk memberikan bukti kebenaran yang difikirkannya.

Dalam halnya tentang geografi, paling tidak ada dua pendapat terhadap perkembangan bidang ilmu geografi saat ini. Pendapat pertama menganut faham geografi sebagai ilmu yang bersifat generalis yang tidak memerlukan bidang spesialisasi. Pendapat kedua memiliki pemikiran bahwa geografi dapat dikembangkan dalam spesialisasi spesialisasi (cabang atau bahkan ranting) tertentu. Ke dua pendapat tersebut mengetengahkan kebenaran masing masing sebagai dasar pertimbangan.

Geografi adalah bukan bidang ilmu tentang semua hal yang ada dalam kehidupan manusia, walaupun ada yang berpendapat bahwa geografi adalah mothers of science atau ilmu yang bersifat generalis. Sebuah kalimat yang sering diungkapkan adalah bahwa “semua hal bisa di-geografi-kan sepanjang masih dapat dianalisis secara spasial”. Kalimat ini sangat sederhana namun mempunyai implikasi yang sangat luas terutama bagi para geograf yang kritis. Pertanyaan kritis yang kemudian dapat dikemukakan adalah “apakah dapat dibuktikan bahwa semua hal dapat dianalisis dalam perspektif spasial.

Oleh karena begitu banyak hal dapat digeografikan maka muncul usaha usaha membuat spesialisasi geografi. Upaya untuk memikirkan spesialisasi di bidang ilmu geografi layak untuk diapresiasi. Namun, cabang atau ranting ilmu yang dirumuskan hendaknya memenuhi kaidah kaidah yang benar sehingga tidak menyimpang dari pohon ilmunya. Salah satu contoh adalah pohon ilmu geografi jelas berbeda dengan pohon ilmu informatika yang fokus dalam rekayasa teknik system pengolahan data menjadi informasi. Demikian pula pohon ilmu geografi jelas berbeda dengan pohon ilmu psikologi yang fokus dalam perilaku (behaviour) manusia. Sampai saat ini belum ada yang mampu untuk mengspasialkan sebuah persepsi dan menyajikan serta menjelaskannya dalam perspektif keruangan.

Tulisan ini disusun dengan maksud untuk menyegarkan kembali pemikiran kita tentang dunia ilmu pengetahuan khususnya bidang ilmu geografi. Proses penyegaran kembali ini perlu dilakukan karena kita ingin tetap memposisikan ilmu geografi sebagai bidang ilmu yang diakui dan selalu relevan dengan dinamika perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. Dalam tulisan ini, dari berbagai buku pustaka, akan ditelaah tentang apa sebenarnya substansi pengetahuan filsafat ilmu sebagai pengantar pokok bahasan. Selanjutnya akan dielaborasi dua definisi geografi sebagai titik tolak telaah geografi sebagai bidang ilmu, metode keilmuan beserta cirri geografi tersebut.

Dalam mendefinisikan sebuah ilmu, kita dapat menyatakan bahwa bidang ilmiah merupakan salah satu hal yang sulit untuk didefinisikan.   Kesulitan ini disebabkan karena setiap bidang ilmiah selalu terkait atau saling “overlap” dengan bidang ilmiah lainnya. Namun demikian, agar sebuah bidang ilmiah dapat diakui eksistensinya maka bidang ilmiah tersebut harus dapat memiliki perbedaan prinsipil dengan bidang ilmiah lainnya.  Dalam hal ini perbedaan prinsipil tersebut dapat ditentukan oleh subyek keilmuannya dan/atau oleh perspektif keilmuannya.

Perbincangan tentang jati diri Geografi telah beberapa  kali dilakukan di Indonesia, baik melalui lokakarya, seminar maupun melalui sarasehan yang dilakukan

oleh Fakultas/Jurusan/Departemen Geografi,  organisasi profesi (IGI) dan ikatan alumni (IGEGAMA).

Para ahli geografi selalu menaruh perhatian geografi pada persebaran, perubahan, dan keterkaitan antara gejala fisik dan sosial pada berbagai tempat di permukaan bumi.  Kajian-kajian yang yang dilakukan senantiasa dilandasi oleh pendekatan regional dan ekologis guna memahami secara holistik hubungan antara manusia dan lingkungan dalam membentuk karakter permukaan bumi.   Pendekatan regional berupaya untuk memahami, mengkaji, dan menilai lokasi/tempat keberadaan aktivitas manusia di permukaan bumi melalui pertanyaan “di mana” dan “mengapa di sana”.  Sementara itu, pendekatan ekologis berupaya untuk memahami keterkaitan antara manusia dan lingkungan, serta bagaimana pengaruhnya pada dinamika kehidupan.  Melalui dua pendekatan tersebut, kajian-kajian geografi bukan saja berkewajiban untuk mendeskripsikan dan memahami fenomena tertentu, tetapi juga wajib memberikan penjelasan dan prakiraan.

Para ahli geografi selalu menaruh perhatian pada persebaran, perubahan, dan keterkaitan antara gejala fisik dan sosial pada berbagai tempat di permukaan bumi.  Kajian-kajian yang yang dilakukan senantiasa dilandasi oleh pendekatan regional dan ekologis guna memahami secara holistik hubungan antara manusia dan lingkungan dalam membentuk karakter permukaan bumi.   Pendekatan regional berupaya untuk memahami, mengkaji, dan menilai lokasi/tempat keberadaan aktivitas manusia di permukaan bumi melalui pertanyaan “di mana” dan “mengapa di sana”.  Sementara itu, pendekatan ekologis berupaya untuk memahami keterkaitan antara manusia dan lingkungan, serta bagaimana pengaruhnya pada dinamika kehidupan.  Melalui dua pendekatan tersebut, kajian-kajian geografi bukan saja berkewajiban untuk mendeskripsikan dan memahami fenomena tertentu, tetapi juga wajib memberikan penjelasan dan prakiraan

Dalam merespon permasalahan lingkungan yang multidimensi dan berskala lokal hingga global, Geografi dihadapkan pada dua permasalahan  yang terkait disiplin ilmu geografi itu sendiri  dan permasalahan kompetensi  geograf sebagai pemangku ilmu geografi.

1)          Geografi yang bagaimanakah yang mampu memberikan kontribusi  nyata untuk  pengambilan kebijakan dalam memecahkan permasalahan lingkungan yang  berdimensi lokal hingga global secara berkelanjutan.

2)          Kompetensi apakah yang diperlukan bagi geograf di masa mendatang?

Setelah membahas beberapa permasalah diatas. maka ciri utama geografi sebagai sebuah bidang ilmu adalah penekanannya pada perspektif keruangan.  Dengan demikian, sesuatu dapat menjadi “geografi” bukan ditentukan oleh subyeknya melainkan oleh sejauh mana keterkaitannya dengan ruang (space).  Atau dengan kata lain, geografi mempelajari berbagai gejala berkaitan dengan “ruang muka bumi” sebagai tempat berkembangnya kehidupan.

Pertanyaan pertama dimunculkan, karena ada tiga alasan penting yang  terkait

dengan geografi:

1)      geografi menghadapi tantangan untuk memberikan masukan dalam  memecahkan masalah yang multi dimensi dan kompleks yang memerlukapendekatan antar bidang, apabila geografi tidak terpadu  maka kontribusi geografisnya kurang lengkap, bahkan  berisiko sebagian disiplin geografi menjadi bagian disiplin ilmu lain;

2)      pembelajaran geografi harus utuh tidak terkotak-kotak secara tegas antara geografi fisik dan geografi manusia, karena masalah di sekeliling lingkungan kita semakin meningkat dan geograf harus mampu memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat, oleh karena  itu geograf harus berbekal teori/konsep yang matang;

3)      riset fundamental dalam elemen inti geografi belum banyak dilakukan untuk menghasilkan teori dasar geografi yang dapat digunakan sebagai masukan dalam kebijakan pemerintah, jika geografi tidak mengembangkan geografi terpadu akan kehilangan kesempatan/kedudukan sebagai pemberi masukan sesuai bidang keilmuan geografi. Label  dari geografi adalah ruang, tempat, lingkungan dan peta, yang tidak dimiliki oleh disiplin ilmu lain (Mathews et al, 2004).

Dalam mengupas permasalahan pertama tersebut perlu didasari pemahaman tentang ruang lingkup Geografi, komponen inti kajian geografi. Geografi sebagai sebuah ilmu juga mempunyai kaitan eratnya dengan ilmu lain sebagai ruang lingkupnya.

g

Gambar 1. Lingkungan sekitar bidang ilmu Geografi (modifikasi Fenneman 1919 dalam Jensen, 1980).

Interkoneksi berbagai bidang ilmu dengan bidang geografi menunjukkan fenomena di mana perkembangan bidang ilmu geografi dapat dikatakan sangat ditentukan oleh kemampuan geograf dalam memperoleh informasi perkembangan bidang ilmu lainnya. Hasil riset bidang ilmu lain akan memperkaya (proliferate) cakupan penelitian geografi. Demikian pula, hasil riset geografi tentang topik tertentu (secara terbatas) dapat memicu perkembangan bidang ilmu lainnya. Dalam konteks ini maka terbuka ruang terbentuknya gejala divergensi bidang ilmu (termasuk geografi) dalam berbagai cabang ilmu yang bersifat lebih spesifik (spesialisasi).

Mengacu pengertian geografi, maka dapat dijelaskan bahwa apa yang ingin diketahui ilmu geografi adalah “berbagai gejala keruangan dari penduduk, tempat beraktifitas dan lingkungannya baik dalam dimensi fisik maupun dimensi manusia”. Perbedaan dan persamaan pola keruangan (spatial pattern) dari struktur, proses dan perkembangannya adalah penjelasan lebih lanjut dari apa yang ingin diketahui bidang ilmu geografi.

Sebagai salah satu penjelasan lebih rinci, pola keruangan dari gejala yang berlangsung di muka bumi biasanya disajikan dalam model simbolik (dalam bentuk peta). Peta region misalnya, menggambarkan informasi keruangan atau informasi geografis dalam tingkatan kelas (klasifikasi) dari mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi dari suatu obyek. Di samping informasi kuantitatif, peta tersebut juga dapat memberikan informasi arah dan laju perubahannya. Fakta spasial suatu gejala tertentu dapat dianalisis lebih jauh untuk menghasilkan informasi keterkaitannya dengan gejala lainnya.

Geografi sebagai ilmu holistik yang mempelajari  fenomena di permukaan bumi secara utuh menyeluruh, geografi adalah ilmu analitis dan sintesis, yang memadukan unsur lingkungan fisikal dengan unsur  manusia dan iii). geografi adalah ilmu wilayah yang mempelajari sumberdaya wilayah secara komprehensif. Tiga sebutan geografi tersebut yang menjadi landasan untuk membahas  kajian geografi yang mampu merespon permalasalahan lingkungan yang berdimensi  lokal hingga global.

Pertanyaan pemandu untuk mengetahui ruang lingkup kajian Geografi pada umumnya adalah:

1)      apa (what),

2)      dimana (where),

3)      berapa (how long/how much),

4)      mengapa (why),

5)      bagaimana (how),

6)      kapan (when),

7)      siapa (who) (Widoyo Alfandi, 2001)

Selanjutnya, Matthews, et al., (2004) mengusulkan empat komponen inti Geografi : ruang (space), tempat (place), lingkungan (environment) dan peta (maps).

Ruang menjadi satu konsep dalam inti geografi, yang dapat dipandang sebagai pendekatan spasial-korologikal  untuk Geografi. Ruang  juga mendominasi Geografi setiap waktu, ketika analisis spatial  menjadi satu pendeskripsi untuk satu bentuk dari pekerjaan geografis. Pola spasial umumnya menjadi titik awal untuk kajian geografis; yang selanjutnya dapat dilacak proses perubahan secara spasial  dan sistem spasial.

Tempat merupakan komponen kedua dalam inti geografi. Tempat terkait dengan kosep teritorial dalam Geografi dan menunjukkan karakteristik, kemelimpahan dan batas. Tempat merupakan bagian dari dunia nyata tempat manusia bertem dan dapat dikenali, dinterpretasi dan dikelola. Dalam ahli geografi manusia tempat merupakan refleksi dari identitas idividu maupun kelompok; sedang bagi ahli geografi fisik tempat tempat merupakan refleksi dari perbedaan lingkungan biofisik.

Lingkungan merupakan komponen inti Geografi ketiga yang mencakup lingkungan alami (topografi, iklim, air, biota, tanah) dan sebagai komponen inti yang memadukan dengan komponen geografi lainnya. Lingkungan menjadi interface antara lingkungan alam dan budaya, lahan dan kehidupan, penduduk dan lingkungan biofisikalnya.

Peta sebagai komponen inti Geografi  keempat  lebih merupakan bentuk representasi, tehnik dan metodologi dari pada sebagai satu konsep atau teori. Peta dipandang sebagai pernyerhanaan perpektif spasial dari fenomena/peristiwa yang dikaji dalam Geografi.

Adapun ruang, tempat, lingkungan dan peta menjadi label dari Geografi. Komponen tersebut mempunyai kedudukan yang sama dalam kajian Geografi, baik dalam kajian Geografi Fisik maupun Geografi Manusia. Demikian juga dapat menjadi dasar konsep  untuk disiplin Geografi secara utuh. Komponen inti Geografi tersebut bersifat dinamik,  dalam arti dapat terjadi perubahan, yang tergantung karakteristik lingkungan, proses yang berlangsung dan waktu.

Oleh sebab itu perlu ada dimensi kualifikasi dari komponen inti geografi tersebut. Dimensi yang dimaksud adalah waktu, proses, keterbukaan dan skala. Sebagai contoh tempat yang terletak di pegunungan yang semula subur menjadi lahan kritis dalam waktu 10 tahun, karena  proses erosi  dan longsor karena daerahnya terbuka akibat pembalakan hutan di atasnya, yang  luasnya melebihi 70%.

Posted in geografiku | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Hello world!

Posted by okta88geosama pada April 3, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment »